Cara Meriset Keyword Google Ads

Pernah merasa sudah keluar budget besar untuk iklan Google Ads, tapi hasilnya mengecewakan? Atau mungkin iklan Kamu sudah tayang, tapi yang klik justru orang-orang yang sama sekali tidak relevan dengan produk atau jasa yang Kamu tawarkan? Kalau iya, besar kemungkinan masalahnya ada di satu titik krusial riset keyword yang kurang matang. 

Riset keyword bukan hanya mencari kata yang banyak dicari orang. Lebih dari itu, riset keyword adalah fondasi dari seluruh strategi Google Ads Kamu. Kalau pondasinya kuat, iklan Kamu akan tampil di depan orang yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan pesan yang relevan. Hasilnya? Konversi meningkat, biaya iklan lebih efisien. 

Nah, di artikel ini kita akan bahas cara riset keyword untuk iklan Google Ads yang benar-benar efektif. Yuk, simak sampai habis!

Apa Itu Riset Keyword dalam Google Ads? 

Sebelum masuk ke teknis, kita samain dulu pemahaman kita soal riset keyword ya. Riset keyword adalah proses mencari dan menganalisis kata kunci yang kemungkinan besar diketik oleh calon pelanggan Kamu di kolom pencarian Google. Tujuannya sederhana supaya iklan Kamu muncul tepat saat seseorang sedang mencari produk atau jasa yang Kamu tawarkan. Singkatnya, riset keyword yang baik = iklan yang relevan = biaya per klik lebih rendah = konversi lebih tinggi. Masuk akal, kan?

Menggunakan Google Keyword Planner

Kalau Kamu baru mulai, Google Keyword Planner adalah teman terbaik Kamu. Tool ini gratis, disediakan langsung oleh Google, dan terintegrasi dengan akun Google Ads Kamu.

Cara mengaksesnya:

  1. Login ke akun Google Ads Kamu
  2. Klik menu Tools & Settings (ikon kunci inggris di pojok kanan atas)
  3. Pilih Keyword Planner
  4. Kamu akan melihat dua opsi: Discover new keywords atau Get search volume and forecasts

Fitur yang perlu Kamu manfaatkan:

1. Discover New Keywords

Masukkan kata kunci dasar yang relevan dengan bisnismu, misalnya “jasa desain interior Jakarta”. Google akan memberikan ratusan saran keyword turunan lengkap dengan estimasi volume pencarian, tingkat persaingan, dan kisaran biaya per klik (CPC).

2. Get Search Volume and Forecasts

Kalau Kamu sudah punya daftar keyword, fitur ini berguna untuk mengecek berapa banyak orang yang mencari keyword tersebut per bulan dan memproyeksikan performa iklan Kamu.

Pro tip: Gunakan filter lokasi dan bahasa supaya hasil keyword yang muncul benar-benar relevan dengan target pasar Kamu. Kalau target Kamu hanya di Jakarta, misalnya, jangan lupa set lokasinya agar datanya lebih akurat.

Memilih Keyword Berdasarkan Volume dan Persaingan 

Nah, ini bagian yang sering bikin bingung banyak orang. Sudah dapat ratusan daftar keyword, tapi bingung pilih yang mana? Kuncinya ada pada keseimbangan antara volume pencarian dan t ingkat persaingan.

1. Volume Pencarian (Search Volume) 

Volume pencarian menunjukkan seberapa sering keyword itu diketik di Google dalam sebulan. Semakin tinggi volume, semakin banyak potensi audiens. Tapi ingat, volume t inggi bukan selalu yang terbaik. 

2. Tingkat Persaingan (Competition) 

Di Google Keyword Planner, persaingan dibagi tiga: Low, Medium, dan High. Semakin tinggi persaingan, semakin banyak pengiklan lain yang berebut di keyword yang sama, dan sudah pasti, biaya per kliknya juga lebih mahal. 

Strategi yang disarankan: 

  • Hindari keyword terlalu umum, misalnya “sepatu” saja. Persaingannya sangat tinggi, CPC-nya mahal, dan orang yang mencarinya belum tentu mau beli. 
  • Incar keyword spesifik (long-tail keyword), misalnya “sepatu lari pria anti slip murah”. Volumenya mungkin lebih kecil, tapi orang yang mengetiknya biasanya sudah sangat niat untuk membeli. 
  • Perhatikan nilai CPC, keyword dengan CPC rendah tapi volume lumayan dan persaingan sedang adalah sweet spot yang ideal untuk Kamu targetkan. 

Jenis-Jenis Keyword Match Type di Google Ads 

Ini salah satu hal yang paling penting tapi sering dilewatkan oleh pemula. Match type menentukan seberapa fleksibel atau ketat Google dalam mencocokkan keyword Kamu dengan pencarian pengguna. 

Ada tiga jenis match type utama yang perlu Kamu pahami:

1. Broad Match (Pencocokan Luas) 

Keyword Kamu akan muncul untuk pencarian yang berkaitan secara umum, termasuk sinonim, variasi penulisan, dan topik yang relevan. Jangkauannya luas, tapi risikonya iklan Kamu bisa muncul untuk pencarian yang kurang relevan. Contoh: Keyword “sepatu lari” bisa muncul untuk pencarian “beli sneakers olahraga” atau “toko alas kaki”. 

2. Phrase Match (Pencocokan Frasa)

 Iklan muncul ketika pencarian mengandung makna dari keyword Kamu, meski urutannya bisa berbeda. Lebih spesifik dari broad match. Contoh: Keyword “sepatu lari pria” bisa muncul untuk “beli sepatu lari pria murah” tapi t idak untuk “sepatu wanita lari”. 

3. Exact Match (Pencocokan Persis) 

Iklan hanya muncul untuk pencarian yang memiliki makna identik atau sangat mirip dengan keyword Kamu. Paling spesifik dan paling terkontrol. Contoh: Keyword [sepatu lari pria] hanya muncul untuk pencarian “sepatu lari pria” atau variasi sangat dekat seperti “sepatu pria untuk lari”.

Mana yang sebaiknya dipakai? Untuk pemula, kombinasi Phrase Match dan Exact Match adalah pilihan paling aman. Kamu tetap mendapat jangkauan yang cukup luas tanpa membuang budget untuk klik yang tidak relevan. Setelah kampanye berjalan dan Kamu punya data, baru eksplorasi broad match dengan hati-hati.

Tips Memilih Keyword yang Menghasilkan Konversi 

Sampai di sini, Kamu sudah paham cara mencari keyword dan memahami match type. Sekarang saatnya kita bicara soal strategi memilih keyword yang benar-benar menghasilkan konversi. 

1. Fokus pada Keyword Berbasis Niat (Intent-Based Keyword) 

Pilih keyword yang mencerminkan niat membeli. Kata-kata seperti “beli”, “harga”, “terbaik”, “rekomendasi”, “jasa”, atau “terdekat” biasanya menandakan pengguna sudah siap mengambil keputusan. Contoh: “jasa iklan Google Ads Bogor terpercaya” jauh lebih konversional dibanding “apa itu Google Ads”. 

2. Gunakan Keyword Negatif (Negative Keywords)

Ini senjata rahasia yang banyak orang lupa pakai. Negative keyword mencegah iklan Kamu muncul untuk pencarian yang tidak relevan. Misalnya, kalau Kamu jual sepatu premium, tambahkan “gratis” dan “murah banget” sebagai negative keyword. Dengan begitu, orang yang mencari sepatu gratis tidak akan melihat iklan Kamu, dan budget Kamu tidak terbuang sia-sia. 

3. Analisis Kompetitor 

Coba ketik keyword targetmu di Google dan lihat siapa yang beriklan di sana. Pelajari headline dan deskripsi iklan mereka. Ini bisa memberikan inspirasi sekaligus gambaran seberapa kompetitif keyword tersebut. 

4. Review dan Optimasi Secara Rutin 

Riset keyword bukan pekerjaan sekali jadi. Setiap beberapa minggu, cek Search Terms Report di Google Ads untuk melihat kata kunci apa yang sebenarnya memicu iklan Kamu tampil. Dari sana, Kamu bisa temukan keyword baru yang potensial atau justru keyword yang perlu dimasukkan ke daftar negatif. 

5. Manfaatkan Fitur Autocomplete Google 

Ketik keyword utama Kamu di Google dan perhatikan saran yang muncul di bawah kolom pencarian. Itu adalah pencarian nyata dari pengguna yang bisa jadi inspirasi keyword baru yang belum Kamu pikirkan sebelumnya. 

Kesimpulan 

Riset keyword untuk iklan Google Ads memang terlihat sederhana di permukaan, tapi kalau dilakukan dengan benar, dampaknya luar biasa besar terhadap performa kampanye Kamu. Ingat poin-poin pentingnya: mulai dari memahami apa itu riset keyword, memanfaatkan Google Keyword Planner, memilih keyword berdasarkan keseimbangan volume dan persaingan, memahami match type, hingga menerapkan strategi memilih keyword berbasis niat konversi. 

Kalau Kamu konsisten menerapkan semua langkah di atas, iklan Google Ads Kamu akan jauh lebih terarah, lebih efisien d ari sisi budget, dan tentunya lebih banyak menghasilkan konversi nyata. Mau Iklan Google Ads Kamu Dikelola oleh Ahlinya? Riset keyword itu butuh waktu dan keahlian. Kalau kamu ingin hasil yang lebih cepat dan terukur, serahkan saja ke Adsera Digital Agency! Kami siap mengelola iklan Google Ads Kamu, mulai dari riset keyword hingga optimasi berbasis data dan strategi yang terbukti. Konsultasi gratis sekarang!

Scroll to Top